Volume sampah meningkat kepala desa menyiapkan bak sampah Plastik untuk mengatasi sampah di Desa sungai nyamuk

pengadaaan bak sampah yang diadakan oleh pemerintah desa sungai nyamuk untuk menangani meningkatnya sampah di Desa Sungai Nyamuk terutama yang ada di Gang yang tidak bisa di lalui kendaraan DLH

Produksi Sampah Meningkat, Kepala desa Beli Belasan Bak Sampah.

Tingginya volume produksi sampah di desa Sungai  Nyamuk, Sebatik Timur, membuat pemerintah desa ekstra kerja keras. Salah satunya dengan membeli belasan bak sampah yang nantinya akan di simpan di sepanjang jalan besar atau utama desa Sei Nyamuk.

Kepala Desa Sei Nyamuk Zulkifli sempat berkoordinas langsung ke DLH kabupaten sebelum membeli bak sampah yang berjumlah 12.

. “Ternyata mereka kasih masukan, ternyata yang bagus itu bak sampah plastik seperti ini. Lebih tahan dan ringan. Biaya juga tidak terlalu mahal.

Menurut dia, penanganan sampah di desa Sungai Nyamuk ini sudah menjadi prioritas di pemerintahannya. Sebab, dia tak pungkiri, volume sampah di desa Sungai Nyamuk setiap bulan semakin meningkat. “Karena, jam 8 pagi sudah diambil oleh DLH, tapi jam 10 paginya juga penuh kembali bak sampahnya. Belum lagi dengan keterbatasan armada sampah DLH yang saat ini belum memadai,” tambahnya.
Apalagi, dia mengaku, armada sampah milik DLH di sungai pancang hanya tiga unit. Satu jenis pengangkut bak, dua unit truk sampah. “Ini pun tidak cukup mengambil sampah yang ada di pinggir jalan. Karena, baru sampai di warung Hazanah saja truk sampah ini sudah kepenuhan tidak mampu lagi menampung sampah. Padahal DLH sekarang hanya dua desa saja yang diambil sampahnya, yakni Sei Pancang dan Sei Nyamuk. Sisa tidak ada karena hanya seminggu sekali,” tuturnya.Bak sampah mengunakan anggaran APBDES 2019

Untuk anggaran 12 unit sampah ini, kata dia, menghabiskan sekitar Rp80 jutaan dari dana desa yang ada. Bak sampah ini didatangkan langsung dari Jakarta. “Untuk titik penempatannya nanti, kita masih koordinasikan dengan DLH, kira-kira dimana lokasi yang pas dan strategis. Dan, jalur-jalur mana yang aktif dilalui armada sampah,” bebernya.
Kebanyakan sampah yang diangkut di pinggir jalan, kata dia, adalah sampah sisa plastik, bahkan kotak-kotak dari kalangan pertokoan dan sisa sampah bekas makanan lainnya. “Untuk sampah rumah tangga juga lumayan banyak. Tapi kebanyakan tidak dibuang di jalan utama atau di jalan besar yang dilalaui armada sampah,”

Sumber.(as/ar)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan