Dua bhabinsa desa pelatih terbaik hingga sukses nya hari santri nasional ke 3 di sebatik timur

seinyamuk.desa.id #Dalam rangka memperingati hari Santri Nasional, Upacara hari Santri
yang dilaksanakan di pulau Sebatik di lapangan bola desa Sungai Nyamuk merupahkan suatu kebanggaan anak yayasan As’adiyah Sebatik timur.

“” kesuksesan nya acara tentu nya berkat dukungan langsung Anggota koramil 0911-02/Sbt sertu Wahyudi dan sertu Rudiansyah.di mana yg bersangkutan adalah sebagai Babinsa Desa sei nyamuk dan babinsa desa tanjung harapan serta dukungan dari para babinsa lainnya untuk mengatur barisan dalam upacara hari santri nasional di lapangan sepak bola sungai nyamuk.hingga bendera merah putih di kibar kan sebagai tanda bahwa upacara hari santri berjalan aman sesuai harapan dua pelatih anggota koramil 0911 -02/Sbt.

dari hasil pantauan media SEINYAMUK.DESA.ID,dua bhabinsa terjun langsung di desa sungai nyamuk.yang mana kita ketahui beliau adalah anggota koramil 0911-02/Sbt dari siang hingga sore selama sepuluh hari hadir untuk mengajar kan anak anak santri dalam upacara hari santri nasional sebatik tingkat kaltara ke III hingga upacara berjalan lancar.

Upacara yang diikuti 2.290 peserta ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltara, Sanusi mewakili Gubernur kaltara.

“Begitu menghargai perbedaan- perbedaan karena di pesantren itu kita tidak hanya semata-mata belajar tentang aspek-aspek yang sama, tetapi juga Kyai kita mengajarkan kita tentang bagaimana cara kita menyikapi perbedaan-perbedaan. Insya allah tidak akan pernah kaget karena Pesantren siap untuk menyikapi perbedaan yang ada, itu tidak hanya pada tingkat wacana keilmuan tetapi juga dalam konteks kesehariannya, ketika kita masuk pesantren ketika kita masuk asrama dan kita dipertemukan dengan sejumlah orang yang nyata-nyata memiliki keragaman ada yang dari Sunda, Jawa dan Batak ini yang saya kira luar biasa dari Pondok Pesantren ini,”tutur Sanusi.

Lanjutnya, tentu akan jadi katalisator dalam konteks pembangunan apapun Pesantren akan senantiasa siap untuk menjadi solusi. Itu yang sangat di perjuangkan setiap tanggal 22 Oktober, ingat dengan resolusi jihad yang disampaikan bahwa wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membela tanah airnya dari agresi peristiwa tanggal 22 Oktober yang Hero itu yang mengilhami ke Surabaya tanggal 10 November kemudian tercetuslah di situ ada peperangan 10 November kita peringati sebagai hari Pahlawan jadi hari Pahlawan adalah akibat setelah tanggal 22 Oktober merupakan resolusi jihad yang dikembangkan oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari di hari santri, ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Ahmad Zayadi menuturkan ada sesuatu yang istimewa pada saat kita memperingati hari santri tahun 2019 ini, kita mendapatkan satu kesempatan yang sangat luar biasa dengan diundang-undangkan tentang pesantren mengacu kepada substansi yang diatur dalam undang-undang Pesantren, maka insya Allah ke depan Pesantren akan semakin berkembang.

Ditambahkannya, kehadiran pemerintah pusat pemerintah dan daerah juga di endorse oleh undang-undang Pesantren ini untuk bersama-sama membangun pondok pesantren sehingga Insyaallah pesantren ke depan akan semakin lebih baik jika sekiranya ini bisa kita lakukan maka kesadaran yang tadi diharapkan ada kesadaran zakat kesadaran moralitas kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Saya kira instrumen sekarang akan sama dengan entitas- entitas lembaga-lembaga yang lain untuk bersama-sama membangun pondok pesantren sehingga Insyaallah pesantren ke depan akan semakin lebih baik jika ini bisa kita lakukan maka kesadaran yang tadi diharapkan ada kesadaran zakat kesadaran moralitas kesadaran berbangsa dan bernegara maka saya kira instrumen kelembagaan yang sangat memungkinkan untuk pondok Pesantren Saya kira,”jelasnya

Usai upacara Kepala KUA Sebatik Timur, Asmayadi di jumpai dengan media seinyamuk.desa.id bahwa dengan dilaunching nya pulau sebatik sebagai pulau santri maka selaku kepala kua Kecamatan sebatik Timur berharap agar pulau santri bukan hanya sekedar nama saja akan tetapi jauh lebih penting adalah bagamana nilai-nilai kesantrian tertanam pada masyarakat pulau sebatik.

“Karena yang namanya pulau santri disamping karena banyaknya santri dipulau ini akan tetapi juga mayarakat harus memiliki kepribadian layaknya santri dan tentunya hal ini perlu sinergitas pemerintah dan masyarakat,
karena diantara ciri khas santri yang dimiliki oleh masyarakat pulau santri adalah bersikap tawadhu, berakhlaqul karimah, rajin ngaji, rajin sholat berjamaah, patuh pada orang tua dan guru, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, yang jelas intinya bagaimana masyarakat pulau sebatik tekun melaksanakan syariat agama dan berusaha mencegah kemungkaran utamanya hal hal yg dapat merusak keperibadian masyarakat pulau sebatik “terang Asmayadi.

Tambahnya lagi, pada prinsipnya selaku Kepala kua sebatik timur sangat mendukung dan gembira atas di launching nya pulau sebatik sebagai pulau santri.
kalau santri sudah jelas siap mnerima pulau sebatik sebagai pulau santri yang mnjadi permaslahan adalah komitmen mayarakat tentang pulau sntri.
sebaiknya ketika launching pulau santri harus ada pnanda tanganan komitmen dukungan pulau sebatik sebagai pulau santri oleh pemerintah dan dari semua kalangan masyarakat, Tuturnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan